Skip to main content

Ke Bali tanpa kemana-mana - sebuah cerita kehidupan

Wah asyik ya ke Bali... Kemana saja, ke pantai apa, ke pura apa, lihat penyu gak, surfing, zoo ? Makan  di nasi ibu "X" gak, bebek "Y" gak, sate "Z" gak ? Beliin gw oleh-oleh dunk, pie susu merek "A", pia "B", lapis legit "C", kain2 Bali, dll yaaa... Jawaban yang paling keren yang saya katakan adalah GW GAK KEMANA MANA..... Trus, pada sewot dunkkkkk, lhaaa loe ngapain ke Bali ? 
------------------------------------------

Iya saya ke Bali 5 hari 4 malam tapi hampir tidak ke daerah tujuan wisata sama sekali, sampai akhirnya sore sebelum kami pulang sempat lihat sunset di Kuta. udah cuma itu doank. Saya juga tidak makan ke resto terkenal atau tempat makan yang keren kekinian atau yang biasa di sambangi saat ke Bali. Saya cuma pindah tempat tidur doank..... Iyaaaa bener, saya cuma tinggal di hotel, ngobrol, tertawa sampai sakit perut, bertengkar dan berbaikan lalu tertawa lagi begitu terus sampai pulang. Kami juga sempat mampir ke tempat oleh-oleh satu kali karena kebetulan lewat saja, itupun tak banyak yang di beli karena maksud hati cuma mencari CD degung Bali.

Menanti sunset di Kuta - dokumen pribadi
Jadi, ini sebuah cerita yang luar biasa dan sangat berkesan. Saya pergi ke Bali untuk bertemu dengan teman-teman lama yang sebagian sudah lama sekali tidak berjumpa. Kami berkumpul 8 orang dari berbagai kota untuk santai di Bali berbagi suka dan duka selama kami berpisah. Kami adalah sebagian dari penghuni kost-kostan di masa kuliah. Kami tidak satu fakultas tetapi tinggal dalam kost yang sama di bumi Parahyangan, kurang lebih 29 tahun yang lalu. Jumlah kamar di kost tersebut total 40 kamar, dengan penghuni yang berganti sepanjang waktu, jumlah wanita terbanyak pada satu waktu hanyalah 7 orang dan biasanya di bawah angka itu. Yang jelas, wanita pasti lakulah kalau kost disitu, kecuali saya dan 1-2 orang yang kurang beruntung. Paling banter jadi pacar sewaan kalau ada acara ulangtahun atau apa dan penghuni cowok yang diundang lagi jomblo, hahahaha...

Dahulu kami masih sama-sama remaja yang meninggalkan orangtua untuk menuntut ilmu. Hidup di kost-kostan masa itu mungkin memang berbeda sama sekali dengan kost masa kini. Dulu kami tinggal bersama, saling mengenal, bersosialisasi dengan hangat dan penuh cerita. Bagaimana kami berangkat kuliah saling nebeng, bagamana kami ramai-ramai ke gereja, bagaimana kami sama-sama makan indomie, membelikan nasi untuk sahur teman yang berbeda agama, saling membantu saat mengerjakan tugas, bagaimana bertaruh skor pertandingan bola, berenang bersama dan lain-lain. Kost yang penuh kenangan dan membuat kami saling terkait satu sama lain bahkan melebihi saudara sendiri.

Setelah kembali terkumpul dalam satu group WA yang anggotanya puluhan itu, kami membuat rencana berlibur bersama dan akhirnya hanya bisa mengumpulkan 8 orang saja karena semua sibuk dengan pekerjaan dan keluarga. Kami pernah siy berkumpul dalam acara-acara bersama di Jakarta, tetapi pasti waktunya sebentar terbatas beberapa jam. Jadi, sepakatlah kita berlibur ke Bali supaya bisa ngobrol sambil berlibur. Dan kenyataannya cuma ngobrolnya aja yang kesampean, tapi ini adalah "liburan" yang sangat berkesan buat saya. Kami menginap di hotel di kawasan Legian milik salah satu dari kami dan menghabiskan 3 malam disana. Satu malam lagi kami habiskan di sebuah hotel di Pejeng dengan pemandangan sawah hijau.


Lima hari empat malam cuma cerita ? Iyaaaaa... sambil berantem juga, maklumlah emak-emak yaaa, jadi ada 2 orang pria yang "agak terjebak" di dalamnya siy, hahaha.... kami berbagi cerita hidup, berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Pastinya saya gak akan ceritakan apa yang kami bagi di Bali karena sudah disepakati apapun yang kami bicarakan disana biarlah tinggal di sana, stayed in Bali. Trus apa dunk yang bisa di ceritakan ? Ada dunk...

Kisah berebut pisang goreng pastinya adalah cerita paling berkesan buat kami. Jadi, ceritanya kami makan di restoran Sawah Indah, daerah dekat Goa Gajah sana. Kami memesan nasi dan beberapa lauk pauk serta sayuran dan tak lupa memesan 2 porsi pisang goreng @5 buah. Selesai makan nasi, saya mengambil pisang goreng dan ternyata endessssss, jadi saya ambil lagi 1 buah. Asumsi saya, semua pasti kebagian karena total 10 dan kami hanya berdelapan. Sambil menghabiskan pisang itu, saya menjauh dari meja untuk mengambil foto selpiehhhhh, maklum jarang lihat sawah yakssss... Waktu saya kembali, ternyata terjadi kehebohan di meja makan. Meributkan jumlah pisang yang kurang dan ada yang tidak kebagian. Ada yang berteriak, jadi cepetan deh ngaku siapa yang makan 2 ? Saya dengan polosnya mengacungkan tangan," sayaaaa". Langsung deh saya di kuliahi dengan omelan-omelan lainnya karena katanya ada yang gak kebagian pisang. Saya melongo dan bilang,"Lhooo pisangnya kan 10." Dan semakin lah jadi ribut karena mereka menyangka pisang itu satu porsi isi 4 sehingga total 8. Saking hebohnya sampai akhirnya kami memanggil pelayan untuk mengkonfirmasi jumlah pisang perporsi. Dannnnn... memang 10 dunk, hahaha... Dannnn lagi ternyata semua sudah makan masing-masing satu buah pisang tetapi sisa satu buah yang ingin di perebutkan. Hahahaha.... dasarrrrr kelakuan masih kaya anak kost, ujungnya ya pesan aja 2 porsi lagi wong ya cuman Rp, 20.000,- perporsi... Hadewhhhhhh, ributnya kaya abis kemalingan mobil deh... hahaha pada akhirnya kami tertawa sampai sakit perut.
pisang petaka - dokumen pribadi
Yaaahhh buat saya ini adalah obat awet muda, berkumpul bersama dengan gaya masih kaya anak kost tetapi dengan kebijakan orang dewasa. Banyak cerita hidup, suka duka kehidupan, perubahan yang tak pernah di duga dan yang jelas banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran dalam menempuh sisa hidup kami masing-masing.

Bagaimana dengan liburan kalian ?

Comments

  1. masih silaturahmi dgn teman2 jadul itu...sesuatu...aku jg masih ngegrup ma teman SD, SMA, Kuliah...cmn kok yaaa jarang bs kumpul2 getu hahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. dimulaiiiiiii nuuuu.... dikau penggagas madyangerssss kannnnn mas bro

      Delete
  2. Bunda, agatha, kalo liburan misalnya ke Bali, atau ke mana, gitu, paling seneng ya ketemu temen-temen blogger. Tapi pernah ke Bali ya cuma pindah tempat tidur aja, gak ke mana-mana, karena cuma nemenin cucu yang belajar berselancar doank, hiks... Makan juga, ya di pantai, malem-malem, ngebakso si mbak trus duduknya di pasir-pasir, hehe... Btw apa kabar, kapan maen lagi nengokin bunda, jangan nunggu sakitnya bunda, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaa bunda yati, nanti main lagi kesana yaaaaa...
      gpp bun, nemenin cucu juga bisa happy sambil nulis di pinggir pantai.. rasa romantis gitu bun... hahaha

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Luar biasa liburan kita kemarin....love you all

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nongol niy temen seperjalanan hahaha... Kemana lagi kita Daisy ? Mari menabung...

      Delete
  5. Aku ngakak lho bayangin drama pisang goreng itu. Kebayang deh hebohnya hahahaha

    Aku sering begini klo pulang ke Kendari. Teman2 datang silih berganti ke rumah, ngobrol ngalir ngidul sampe tengah malam. Setiap hari begitu dan jadinya aku gak kemana-mana. Tapi seruuuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa mbak... Selalu seru bertemu teman lama

      Delete
  6. reuninya di pulau dewata, ihhh, keren mbak
    jadi inspirasi juga nih, biasanya kalo saya reuni cuma di sekitaran jakarta aja hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau seputaran rumah, pasti buru2, gak tuntasssss ceritanya mas. Kalau ini kan gak ada yg tiba2 ijin pulang duluan Hahaha...

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Asli ngakak pas alinea drama pisang itu.
    Bisa ngebayangin, ramainya.
    Jadi ingat masa-masa kuliah dulu di Samarinda.
    Sama, saat itu gadget belum ada. Persahabatan lebih intens ya. Karena sering bertegur sapa, so sweet!
    Jadi terinspirasi bikin acara yang sama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoooo, jangan mau kalah. ini saya kost bareng mereka kurang lebih 30 tahun lalu loooo... tapi jangan terus dirimu hitung umur akohhh ya, hahaha

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menghargai yang terlambat ? No way

Dua bulan ini saya menghadiri banyak acara bagus-bagus yang di selenggarakan oleh beberapa perusahaan besar. Senang rasanya karena banyak yang saya pelajari dalam berbagai acara tersebut. Dari berbagai acara yang saya hadiri, ada yang di kelola dengan baik tetapi secara rata-rata saya kecewa dalam satu point penting, yaitu mengenai jadwal di mulainya acara.
Saya memang orang yang memiliki kejelekan "terlalu tepat waktu" sehingga saya selalu merasa terganggu dengan waktu yang tidak jelas dan tidak sesuai jadwalnya. Buat saya awal yang baik adalah kunci kesuksesan dan untuk sebuah acara, dan awal yang baik adalah mulainya acara tepat waktu. Tentunya selain keramahan panitia, menariknya acara itu sendiri, terpenuhinya kepentingan saya di acara tersebut, dll.
Mengamati beberapa acara dalam dua bulan ini dan mengingat banyaknya acara yang saya hadiri di sepanjang kehidupan saya, jujur saya merasa ada yang salah dengan urusan waktu ini. Untuk kesekian kali, saya merasa ada yang tida…

Memilih kaca film untuk mobil

Kali ini saya ingin berbagi mengenai seluk beluk kaca film mobil. Buat saya pribadi, kaca film di butuhkan karena sebagai pengendara perempuan, risih rasanya jika terlihat langsung dari luar mobil saat berkendara dan juga agak serem jika terlihat sedang berkendara sendirian melewati jalanan sepi di malam hari. Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan tidak memandang jenis kelamin siy, tetapi tetap saja kalau perempuan kayanya lebih dipilih sebagai sasaran empuk, yaaa...
Ternyata banyak juga kegunaan lain dari kaca mobil selain hal tersebut di atas. Saya mendapatkan informasi ini dari acara yang di selenggarakan oleh Mobil 123 sebagai portal otomotif nomor 1 dan V Kool Indonesia bekerjasama dengan Indonesian Social Blogprerneur (ISB) pada hari Rabu, 26 Juli 2017 kemarin di V Kool Flagship, jalan Trembesi, Jakarta Utara. Jadi apa saja ya kegunaannya ?  Menahan sinar matahari masuk langsung ke dalam mobil Tanpa menggunakan kaca film, suhu dalam mobil saat parkir menjadi lebih panas 70% di ban…