Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Chicking Ayam TOP Dubai, it's my choice

Chicking ? Ayam Top Dubai ? It's my choice ? Iyessss.... Apa itu ? Aaaahhhh... kurang update niy pasti kalau yang masih pada nanya. Tau dunk kalau saya adalah tukang makan yang rela kemana saja asal bisa icip-icip makanan. Memang siy, banyak orang yang suka tidak percaya dengan porsi makan saya yang sering saya tampilkan pada akun instagram  Mey Agatha si Suka Makan Banget . Katanya gak cocok sama ukuran tubuh saya... Yeeeeee, jangan lihat ukuran dunk, sekali-kali traktir saya deh supaya tahu porsinya, hahaha... MODUS !!! Tapi saya memiliki teman-teman yang baik, termasuk bozz madyang yang tahu bahwa saya hobby makan. Jadi, loloslah saya sebagai peserta icip-icip makanan negeri Arab di restoran cepat saji yang halal dan baru buka di Indonesia ini. Owwwhhh, fast food ya ? Gak sehat aaahh kalau fast food, gitu deh pada mikirnya, ya kan ? Yang ini beda yaaaaa saudara-saudara. Sebentar aku ceritain sejarah dan apa saja menu-menu di resto ini dengan lebih jelas deh. Pak Hengki

Beranikah saya terjun ke ranah Content Writer ?

Mengikuti beberapa kali acara kolaborasi antara Komunitas Indonesian Social Blogprerneur dan CNI, saya mendapatkan banyak sekali informasi dan ilmu baru. Pada dasarnya saya adalah orang yang memang senang belajar mengenai apapun juga walaupun kemudian saya tidak pernah mendalaminya. Banyak yang pernah saya pelajari, sebutlah : Bermain piano - saya pernah ikut konser kecil di kota kelahiran saya saat saya masih SD Bermain tenis meja - saya pernah ikut lomba tenis meja saat saya masih SMP Bermain tennis / bulutangkis / voli / basket / berenang - saya bisa Saya kuliah di dua universitas dengan 2 bidang studi yang berbeda dalam waktu yang bersamaan Fotografi - saya pernah menjadi finalis Canon Marathon tahun 2011 kategori pocket camera  Saya juga mengikuti banyak training dan workshop tentang berbagai hal, dari yang terkait sampai yang tidak terkait sama sekali dengan pekerjaan saya saat bekerja Menjahit - saya berhasil membuat beberapa baju, dress dan rok sendiri Dan lain-lain

Inovasi digital pada bisnis asuransi kendaraan bermotor

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 berjumlah 132.7 juta orang, naik cukup fantastis sebesar 51.8% dari total pengguna pada tahun 2014. Angka itu diperoleh berdasar survey dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) bekerjasama dengan Lembaga Pooling Indonesia (LPI) dengan metode multistep random sampling. Dari total angka tersebut, 47.6 % hanya mengakses melalui smartphone dan 65% pengguna internet berada di pulau Jawa. Sejalan dengan hal itu, penjualan jasa dalam sistem digital atau disebut e-commerce juga meningkat setiap tahun. Pada tahun 2015 saja Indonesia memiliki transaksi e-commerce ini sebesar Rp. 6.03 milyard. Perkembangan pengguna internet dan e-commerce ini tentunya membuat para pelaku bisnis makin menyadari perubahan dalam perilaku konsumennya. Dan banyak perusahaan berlomba melakukan digitalisasi untuk produk dan jasa yang di jual. Hal ini merambah semua bidang dan juga terjadi pada bidang asuransi pastinya. Asuransi Astra contohnya, sel

Yuksss, ke Tokyo gratis !!!

Seminggu yang lalu saya mencicipi menu baru di restoran Hokben di Plaza Blok M bersama beberapa teman sesama blogger. Sambil sedikit nyasar karena gak ngerti beda Blok M Square dengan Blok M Plaza, sampailah saya akhirnya ke Hokben dengan selamat tanpa terlambat. Hahaha ketahuan banget bukan emak gaullll ya sayahhhh, gak ngerti mall.... Kenal Hokben sudah sangat lama bahkan ketika saya masih tinggal di Bandung sekitar tahun 1990. Kemudian ketika saya sudah menjadi mommy, dan tinggal dekat mall Ambasador sana, saya sering mengajak anak saya semata wayang makan Hoka Hoka Bento (dulu begitu namanya). Anak saya senang memainkan boneka yang biasanya ada di depan pintu resto. Menu kesukaannya adalah soup dan pudding coklatnya. Resto ini berdiri 18 April  1985 dengan nama Hoka Hoka Bento dan sejak tahun 2013 merubah logonya sejalan dengan peremajaan resto menjadi Hokben saja. dokumentasi Hokben Resto ini adalah resto asli Indonesia dan memiliki sertifikat Halal. Eittttsss.. sertifi

Hadiah untuk memilih mobil favorit

Waktu suami saya memutuskan membeli mobil untuk kendaraan keluarga, kami bingung dengan banyaknya jenis dan merk mobil yang tersedia di pasar. Bingung mau pilih yang mana dengan segala keunggulan dan kekurangannya di mata kami. Kemudian setelah memikirkan semua hal sesuai budget yang kami miliki, keputusan kami malah bulat mengambil mobil bekas yang harganya sebenarnya berbeda sedikit untuk dapat membeli mobil baru jenis LCGC. Mengapa ? Karena suami saya sangat peduli terhadap safety dan menginginkan double airbag dalam mobil yang tidak dimiliki mobil LCGC. Kalau boleh memilih dan punya bugdetnya siy saya punya mobil favorit yang lebih safety lagi, tetapi belum cukuplah tabungan kami untuk membelinya. Hahahaha... Makanya saya lagi kepikiran untuk ikut memilih mobil favorit yang berhadiah macam-macam niy. Minimal walau belum mampu membeli mobil baru lagi, tetapi ikut memilih lah yaaa...  Udah tahu ada yang kayak gitu ? Niy saya kasih informasinya : dokumentasi mobil123.com

Orangtua yang bahagia menular pada anak-anak untuk menjadi bahagia

Sebuah survey di lakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat membuat seorang anak, ayah dan ibu sebagai keluarga merasa bahagia. Hasilnya seperti apa yaaa kira-kira... Sebelum saya memberikan hasil surveynya, jawablah dahulu untuk diri anda dan keluarga. Apa siy yang dapat membuat anda bahagia ? Apa yang menurut anda membuat orangtua / pasangan / anak-anak anda bahagia ? bahagia sebagai keluarga (Ricky Harun & kel) - dokumen pribadi Saat saya memiliki anak balita belasan tahun lalu, saya belajar dari anak saya, bahwa : Children spell LOVE with TIME. Mengapa saya bisa mengatakan demikian ? Karena sampai usia anak saya 5 bulan, saya adalah seorang "mami ulang alik", hahaha... itu siy istilah saya saja. Saat itu saya bekerja di sebuah kota di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah sedangkan anak tunggal saya tinggal di ibukota bersama omanya. Setelah saya pindah ke Jakarta, saya harus tetap bekerja mencukupi kebutuhan hidup, jadi tetap meninggalkan anak di ru