Skip to main content

Posts

Menghargai yang terlambat ? No way

Dua bulan ini saya menghadiri banyak acara bagus-bagus yang di selenggarakan oleh beberapa perusahaan besar. Senang rasanya karena banyak yang saya pelajari dalam berbagai acara tersebut. Dari berbagai acara yang saya hadiri, ada yang di kelola dengan baik tetapi secara rata-rata saya kecewa dalam satu point penting, yaitu mengenai jadwal di mulainya acara. Saya memang orang yang memiliki kejelekan "terlalu tepat waktu" sehingga saya selalu merasa terganggu dengan waktu yang tidak jelas dan tidak sesuai jadwalnya. Buat saya awal yang baik adalah kunci kesuksesan dan untuk sebuah acara, dan awal yang baik adalah mulainya acara tepat waktu. Tentunya selain keramahan panitia, menariknya acara itu sendiri, terpenuhinya kepentingan saya di acara tersebut, dll. dokumen pribadi Mengamati beberapa acara dalam dua bulan ini dan mengingat banyaknya acara yang saya hadiri di sepanjang kehidupan saya, jujur saya merasa ada yang salah dengan urusan waktu ini.  Untuk kesekian
Recent posts

Stellar Women Enterpreneurship Academy : Memulai Bisnis Itu Mudah

Saya memulai bisnis kecil sejak akhir tahun lalu. Hmmm.. gimana awalnya, mudah tidak? Memulai usaha buat saya mudah siy, cuma karena mikir pengen punya penghasilan tambahan aja. Memulai Bisnis - Gambar oleh Gerd Altmann Pixabay Punya rencana berhenti bekerja awal tahun ini, saya merasa butuh kegiatan untuk mengisi waktu dan tetap memiliki penghasilan. Jadi sejak akhir tahun lalu saya mencoba berjualan sebuah produk dan kemudian menjadi beberapa produk. Lhooo jadi memulai bisnis itu mudah ya? Memang mudah, awalnya hanya sebuah tekad yang kuat saja. Lalu? Yang susah itu menjalankan dan mengembangkannya, hahaha...  Pernah melihat banyak warung makan baru, buka dimana-mana? Lalu gak berapa lama tutup, berganti nama dan pemilik. Berapa banyak orang memulai bisnis, menjual berbagai barang dan kemudian berhenti berjualan. T rus apakah usaha saya mulus? Tentu tidak semudah itu, Ferguso! Tidak mudah karena selama 30 tahun lebih saya hanyalah seorang karyawan yang berpindah kerja 10x sepanja

Festival Isi Piringku Agar Anak Mengerti Gizi Seimbang Sejak Dini

Bersyukur sekali saya ini memiliki anak yang tidak pilih-pilih makanan sejak kecil. Kenapa bersyukur? Jujur, karena saya adalah  picky eater sejati, hehehe.. Saya adalah 90% karnivora, yang tidak terlalu suka sayur dan buah sejak kecil. Mengingat masa kecil saya, sejak SD setiap malam yang saya makan adalah sate kambing langganan yang selalu lewat depan rumah. Astagaaaaa banget, kan ya. Berbekal berbagai pengetahuan, saat saya memiliki anak, tentu saya tidak mau mengulang kesalahan diri sendiri. Saya sadar bahwa picky eater adalah salah satu dari penyebab ketidakseimbangan gizi pada tubuh.  Dampak Masalah Gizi Tidak Seimbang Kondisi kekurangan makronutrien seperti stunting dan kekurangan mikronutrien zat besi yang menyebabkan anemia, adalah masalah besar pada gizi anak di Indonesia. Nah, saya tidak maulah menjadi salah satu penyumbang kesulitan buat bangsa ini. Anda juga kan? Tar yaaa.. dibawah saya akan cerita tentang bagaimana saya mensiasati agar anak mau makan sesuai gizi yang dib

Balada Si Roy, Film Perdana IDN Pictures

Balada si Roy jadi pelem, saudara-saudara! Hahaha... bacaan saya jaman masih remaja ini siy. Wajar anak muda jaman now kurang mengenal, karena cerita ini terbit di majalah HAI, awal tahun 1988. Cerita ini menurut saya siy warbiyasak ya, karena tokoh utamanya bukan digambarkan sebagai pemuda keren dengan segudang fasilitas.  Pada tahun cerita ini dibuat, tentunya bukanlah hobby yang murah untuk berpetualang. Jadi gambaran Roy menjadi hal yang warbiyasak. Dia  adalah  pemuda biasa yang memiliki cita-cita dan tekad kuat serta tidak gampang menyerah. Dengan kemampuannya bersosialisasi dan kerja keras, sampailah dia bertualang ke luar negeri.  Kejujuran dan integritas karakter Roy, diharapkan dapat dicontoh oleh generasi milenial saat ini. Film ini rasanya akan sarat pesan moral yang positif dan menjadi inspirasi bagi masyarakat. Hal ini juga dikemukakan oleh  Daniel Mahendra sebagai salah satu inisiator dari komunitas Sahabat Balada Si Roy. Menurutnya, " Nilai-nilainya masih relevan.

Edukasi Kesehatan Remaja Untuk Generasi Penerus Bangsa

Kita selalu percaya bahwa generasi masa depan ditentukan oleh kualitas generasi remaja saat ini. Tingkat kesehatan mereka saat ini akan melahirkan generasi yang lebih berkualitas di masa depan. Jadi, sangatlah penting mereka diberikan edukasi tentang kesehatan yang benar demi generasi penerus bangsa yang lebih baik.   Remaja dan Kesehatan Remaja putri tentunya akan menjadi ibu dari anak-anak yang akan melanjutkan kehidupan nanti. Remaja putra juga akan menjadi kepala rumah tangga yang harus memimpin dan menjadi panutan anak-anak mereka. Itulah mengapa pengetahuan mereka tentang gizi seimbang, kesehatan reproduksi dan pembentukan karakter menjadi sangat penting. Masalah Kesehatan Pada Remaja Remaja seperti pada umumnya memiliki dunia sendiri yang penuh dengan dinamika. Kesibukan menuntut ilmu, perbedaan pandangan dengan orangtua, perubahan bentuk tubuh dan kesatbilan emosi biasanya membuat banyak masalah remaja. Remaja putri mulai memikirkan bentuk tubuh yang lebih sempurna, apalagi den

Dapatkah Perempuan Memimpin Seperti Laki-Laki?

Banyak sekali hal yang dipertimbangkan oleh setiap perempuan yang memilih untuk hidup dalam dunia karir sekaligus berkeluarga. Saya bekerja sejak masih gadis dan berkarir lebih dari 30 tahun. Memiliki satu anak laki-laki, saya memiliki karir yang cukup baik menurut teman-teman saya. Pertama kali saya bekerja sebagai seorang marketing officer pada perusahaan yang bergerak dibidang kebugaran. Alasannya untuk menambah uang jajan karena saat itu saya masih kuliah. Posisi paling tinggi yang pernah saya raih adalah Director Assistant pada sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri herbal. Perempuan Karir Dua tahun terakhir ini saya bekerja kembali setelah pernah memilih berhenti bekerja pada tahun 2014. Saya pernah berhenti bekerja dalam 2 periode waktu. Pertama kali adalah saat saya melahirkan sampai anak saya masuk playgroup dan yang kedua saat anak saya memasuki SMA sampai dia mulai kuliah. Mengapa memilih berhenti? Karena saya mempunyai pilihan pastinya. Perjalanan karir saya yang