Skip to main content

Infodemik, Apa Dan Bagaimana Menghindarinya

Ngerasa gak siy, kalau kita tiap hari terpapar berita yang kadang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tapi mengganggu mental? Saya siy YES.. makanya seneng banget saya tu dapat kesempatan mengikuti webminar cek fakta Tempo dari tanggal 18-19 Juni 2021 dan mendapatkan pengetahuan untuk dapat menghindari informasi yang tidak tepat.

Teman-teman paling banyak dari mana kalau dapat informasi yang begitu? Kalau saya siy dari group Whatsapp, walau di media sosial lain juga banyak. Kadang kita dapat dari keluarga dan teman dekat yang diteruskan karena rasa sayang dan tulus memberi tahu.

Sayangnya kadang-kadang yang meneruskan beritanya kurang kemampuan literasinya sehingga semua berita diteruskan tanpa moderasi. Bablas gitu, yang benar dan yang salah bercampur sehingga akhirnya menimbulkan kebingungan dan kecemasan yang berujung turunnya imun tubuh. Hadewhhh... bahaya banget dah kalau sudah begitu ya, dimana masa pandemi gini, imun perlu dijaga biar kuat.

Jadi, yukkks pintar-pintar memilah berita yang layak disebarkan dan memberikan solusi baik.

Infodemik
Infodemik, sharing is caring

Infodemik itu apa?

Informasi yang salah kadang lebih cepat menyebar dar faktanya. Fenomena ini disebut infodemik. Melawan hal ini harus dengan kemampuan literasi dan verifikasi terhadap mis/disinformasi yang terjadi.

Macam-macam sekali bentuk informasi yang perlu dicek karena banyak yang berupa satire, konten menyesatkan, konten aspal, konten pabrikasi, konten gak nyambung, konteks salah dan konteks manipulatif. 

Yang perlu dicek dalam sebuah berita/informasi adalah sumbernya :
  1. situsnya terpercaya atau abal-abal
    • cek alamat situs, data perusahaan, detail visual, ciri-ciri pakem media mainstream, cek about us nya, perhatikan judulnya, cek info ke media mainstream, cek google reserve image pada foto utama.
  2. verifikasi foto
    • beberapa tools yang bisa digunakan, seperti : Reverse Image dari Google,, Yandex atau Tineye atau bisa via Bing.com milik Microsoft dan Baidu
  3. verifikasi video
    • kita bisa cek video ini menggunakan kata kunci di media sosial YouTube, Facebook, Instagram atau Twitter
    • atau bisa menjadikan video itui menjadi gambar dengan screen shoot atau tools InVId dan melakukan pengecekan dengan reverse image
    • tonton sampai habis untuk melihat petunjuk dari bentuk bangunan, rambu jalan, plat nomor kendaraan. Perhatikan juga audionya untuk mendengar bahasa dan dialek yang dipakai.
    • Teliti jika ada ketidaksesuaian didalam video. Misalnya, pada akhir Januari beredar video yang diklaim suasana pasar hewan di Wuhan, yang dianggap sebagai asal-usul menyebarnya virus Corona jenis baru. Dalam detik ke-15, terlihat papan nama kantor yang tertulis “Kantor Pasar Langowan”. Setelah ditelusuri di Google, Pasar Langowan ternyata terletak di Tomohon, Sulawesi Utara.

Dampak Infodemik Kesehatan 

Selain menimbulkan kepanikan, infodemik juga dapat menyebabkan ketidakpercayaan pada pemerintah atau otoritas kesehatan dan ilmu pengetahuan. Banyak juga yang akhirnya mempercayai dan mengikuti perilaku yang salah karena demotivasi terhadap kebenaran yang dianjurkan. Parahnya juga dapat berakibat pada sikap apatis dan abai sehingga membahayakan kesehatan dan bahkan jiwa manusia.

Contoh yang nyata saya alami adalah saat musim mudik lebaran. Teman saya melakukan mudik lebaran tahun ini dengan alasan : Tahun lalu saya taat dengan aturan tidak mudik tapi banyak yang melanggar. Jadi tahun ini saya juga mau mudik karena saya gak mau orang lain bebas aja mudik dan saya ketinggalan hanya karena saya patuh. Hadewwwh 1.000x judulnya kan.

Belum lagi masalah vaksin Covid-19 yang masih saja menjadi perdebatan, bahkan ada yang menolak melakukannya. Yang menerimapun jadi pilih-pilih jenis vaksin, menginginkan yang sesuai dengan keyakinannya akibat berita-berita yang juga tidak jelas.

Pengalaman seperti diatas itu mungkin dapat kita minimalisir dengan lebih teliti jika menerima informasi yang bersliweran. Kita bisa melakukan :
  1. cek sumber asli - dari siapa didapat awalnya, jadi harus mau menelusuri sumber pertamanya
  2. jangan hanya membaca judul yang biasanya dibuat provokatif sehingga menarik perhaitan
  3. identifikasi penulis awal informasi
  4. cek tanggal pada informasi, kadang berita lama yang disebarkan kembali
  5. cek organisasi pencari fakta, seperti Cek Fakta Tempo
Belajar Infodemik

Untuk memeriksa fakta, khususnya seputar klaim kesehatan, tools dan teknik dasar yang diperlukan diantaranya:
  • sumber referensi yang terpercaya seperti website resmi institusi atau organisasi (Badan Kesehatan Dunia/WHO, Pusat Pencegahan dan Pengandalian Penyakit AS/CDC, Kementerian Kesehatan, Badan POM, Ikatan Dokter Indonesia/IDI, Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia/IAKMI) dan jurnal ilmiah, seperti the New England Journal of Medicine, the British Medical Journal, Nature Medicine, the Lancet). 
  • studi peer-review dan pre-print. Peer review merupakan studi penelitian melewati proses evaluasi oleh tim pakar independen dari bidang keilmuwan yang sama. Peer-review umumnya dianggap sebagai gold standard dalam studi ilmiah. Sedangkan pre-print belum melewati proses peer-review. 
  • studi korelasi dan hubungan sebab akibat. Studi korelasi mengukur derajat keeratan atau hubungan korelasi antara dua variabel. Sedangkan studi hubungan sebab akibat untuk meneliti pola kausalitas dari sebuah variabel terhadap variabel lain. 

Ayooooo... mulai belajar memilah informasi dan menghindari fenomena infodemik, Semangatttt

 


Comments

Popular posts from this blog

Menghargai yang terlambat ? No way

Dua bulan ini saya menghadiri banyak acara bagus-bagus yang di selenggarakan oleh beberapa perusahaan besar. Senang rasanya karena banyak yang saya pelajari dalam berbagai acara tersebut. Dari berbagai acara yang saya hadiri, ada yang di kelola dengan baik tetapi secara rata-rata saya kecewa dalam satu point penting, yaitu mengenai jadwal di mulainya acara. Saya memang orang yang memiliki kejelekan "terlalu tepat waktu" sehingga saya selalu merasa terganggu dengan waktu yang tidak jelas dan tidak sesuai jadwalnya. Buat saya awal yang baik adalah kunci kesuksesan dan untuk sebuah acara, dan awal yang baik adalah mulainya acara tepat waktu. Tentunya selain keramahan panitia, menariknya acara itu sendiri, terpenuhinya kepentingan saya di acara tersebut, dll. dokumen pribadi Mengamati beberapa acara dalam dua bulan ini dan mengingat banyaknya acara yang saya hadiri di sepanjang kehidupan saya, jujur saya merasa ada yang salah dengan urusan waktu ini.  Untuk kesekian

Memilih kaca film untuk mobil

Kali ini saya ingin berbagi mengenai seluk beluk kaca film mobil. Buat saya pribadi, kaca film di butuhkan karena sebagai pengendara perempuan, risih rasanya jika terlihat langsung dari luar mobil saat berkendara dan juga agak serem jika terlihat sedang berkendara sendirian melewati jalanan sepi di malam hari. Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan tidak memandang jenis kelamin siy, tetapi tetap saja kalau perempuan kayanya lebih dipilih sebagai sasaran empuk, yaaa...   Ternyata banyak juga kegunaan lain dari kaca mobil selain hal tersebut di atas. Saya mendapatkan informasi ini dari acara yang di selenggarakan oleh Mobil 123 sebagai  portal otomotif nomor 1  dan  V Kool Indonesia  bekerjasama dengan Indonesian Social Blogprerneur (ISB) pada hari Rabu, 26 Juli 2017 kemarin di V Kool Flagship, jalan Trembesi, Jakarta Utara. Jadi apa saja ya kegunaannya ?  Menahan sinar matahari masuk langsung ke dalam mobil Tanpa menggunakan kaca film, suhu dalam mobil saat parkir menjadi leb

Tingkatkan Kemampuan Anak Dengan Belajar Di Luar Kelas

Belajar untuk orang-orang jaman old itu duduk manis, tangan dilipat sambil melototin buku di depan mata, gitu deh.... Padahal sebagai orang yang pernah menjadi anak-anak, semestinya kita menydaari bahwa model belajar diluar kelas justru lebih melekat hasilnya. Tidak hanya terbatas untuk anak-anak; sebagai orang dewasa, kita juga lebih rileks berada di luar ruangan di bandingkan harus terkungkung dalam cubical ruang kantor toh? Anak saya adalah salah satu pecinta kegiatan belajar di luar kelas. Itu sebabnya saat dia masih SD, guru-gurunya sangat kerepotan dengan polahnya di kelas. Anak saya tidak bisa duduk manis di kelas dan diam. Pola belajar di sekolahnya saat itu sebagian besar di dalam kelas sehingga mengakibatkan dia agak tersiksa. Setiap saat dia berkeliling kelas, melihat-lihat tugas teman-temannya dan terkesan mengganggu ketertiban.  Banyak teman-temannya yang menganggap anak saya "berbeda dan aneh" sehingga terjadi "bulliying" terhadapnya. Saat dit