Langsung ke konten utama

Healthy Eating Habit dimulai pada usia dini

Sayuran dan buah-buahan adalah makanan sehat yang kudu ada dan musti dimakan tiap hari, betul buibuk ??? Semua orang yakin bahwa sayuran dan buah-buahan adalah makanan sehat yang wajib kita konsumsi setiap hari. Tetapi banyak sekali orangtua yang merasa kesulitan memberikan jenis makanan ini kepada anak-anaknya. Seiring dengan serbuan makanan ringan dan restoran fast food yang bertebaran, bertambahlah pe er orangtua untuk mendorong anak-anak memakan sayur dan buah-buahan.

Jawaban atas beberapa pertanyaan mengenai hal ini, saya dapatkan saat menghadiri lauching jingle lagu baru dan peluncuran program PAUD Healthy Eating Habit yang di selenggarakan oleh SGM Eksplor dengan Buah dan Sayur, sebagai dukungan terhadap program pemerintah Gerakan Masyarakat Sehat.

Program Healthy Eating Habit (HEH)

Program HEH sudah dilakukan oleh SGM Eksplor dengan Buah dan Sayur sejak tahun 2016 dengan proyek percontohan pada 6 PAUD. Tahun ini programnya akan di mulai hari Senin, 13 Maret 2017 dengan menjangkau 20 PAUD selama 6 minggu secara berkala. Program ini tidak hanya menyasar anak-anak murid saja, tetapi juga memberikan kelas parenting dan cooking untuk guru dan orangtua. Untuk anak-anak program di desain sesuai dengan kemampuan anak-anak, yaitu melakukan permainan, membuat kerajinan tangan, berkebun mini serta gerak dan lagu melalui jingle SGM Eksplor yang baru. Tujuannya adalah membuat anak-anak mengenal dan meningkatkan kesukaan anak-anak terhadap sayuran dan buah-buahan.

Program ini adalah bentuk dukungan program pemerintah dari PT. Sari Husada dimana perusahaan tidak hanya mengembangakan produk dan sisi pemasaran saja, tetapi juga mengembangkan masayarakat Indonesia pada umumnya, seperti yang di jelaskan oleh Bapak Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia (holding company).



dok. pribadi

Banyak informasi tentang sayuran dan buah-buahan yang saya dapat dari mendatangi event ini, seperti saya tuliskan di bawah ini.

Mengapa sayuran dan buah-buahan penting untuk di konsumsi ?
  1. Melancarkan pencernaan, mengurangi resiko sembelit dan mencegah pendarahan/penyakit usus
  2. Membantu pertumbuhan karena vitamin dan mineralnya membantu proses akumulasi massa tulang
  3. Memperkuat daya tahan tubuh karena mengandung antioksidan
  4. Meningkatkan proses belajar dan untuk membantu memori jangka panjang
Bagaimana sebenarnya pembagian porsi makanan yang benar ?
  • 50% terdiri dari sayuran dan buah-buahan
  • 25% berbentuk protein, sebaiknya perbanyak konsumsi ikan
  • 25% berbentuk karbohidrat 
Bagaimana supaya anak mau makan sayuran dan buah-buahan :
  1. Sediakan selalu di rumah
  2. Hidangkan salad dan lalapan lebih sering
  3. Coba buat resep vegetarian
  4. Selalu memasak sekurangnya 1 sayur hijau atau kuning ber vitamin A perhari ( brocoli/bayam/wortel)
  5. Selalu menyediakan satu jenis buah-buahan ber vitamin C perhari ( jeruk/strawberry/semangka)
  6. Berikan sayuran dan buah-buahan sebagai snack / cemilan
  7. Orangtua memberikan contoh memakan sayuran dan buah-buahan

Feeding style

Kadang-kadang anak-anak sulit mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan sebagai akibat dari cara memberi makan (feeding style) yang salah, seperti mencekoki sayuran, memberi makan sambil anak menonton TV atau bermain, Harus disadari feeding style yang benar dapat memberikan pengaruh baik dalam berbagai aspek :
  • Fisik, membantu mengurangi obesitas
  • Kognitif, membantu belajar konsentrasi 
  • Bahasa, memeperluas kosa kata
  • Emosi, belajar ketekunan dan mengatur emosi
  • Sosial, belajar etiket makan

Hhhmmm..... Saya beruntung memiliki anak tunggal yang tidak punya kesulitan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Tetapi saya memiliki banyak teman dan sahabat yang memiliki anak, keponakan, anak tetangga, dan lain-lain yang mengunci mulutnya saat di sajikan sayuran dan buah-buahan. Hahahahahaaaa...

Semoga tulisan ini bermanfaat yaaaa.... 





Komentar

  1. Senang ya kalau anak doyan sayur dan buah itu. Saya masih kesulitan mengajari anak saya sendiri makan tanpa sambil nonton. Bukan masalah tidak doyan makannya, dia hanya perlu perubahan suasana ketika makan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp mbak... tiap anak berbeda. Semangatttttt ya...

      Hapus

Posting Komentar