Skip to main content

Step Up Learning Hub, Co-Learning Space untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri

Belajar tambahan di luar waktu sekolah banyak dilakukan saat ini. Apalagi apabila anak-anak kita ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri. Sekolah di luar negeri adalah impian dari sebagian anak-anak Indonesia, yang didukung oleh para orangtuanya. Mengapa banyak anak-anak bermimpi sekolah di luar negeri ? Salah satu alasannya adalah bahwa sekolah di luar negeri dapat mendukung karir yang cemerlang. Hal tersebut bisa di sebabkan oleh bidang keilmuannya atau kemampuannya berbahasa asing. Untuk yang memilih mendirikan bisnis sendiripun, biasanya tumbuh cepat karena networking yang luas dan permodalan yang lebih baik.

Untuk dapat sekolah di luar negeri tentu saja membutuhkan banyak persyaratan selain kemampuan bahasa asing yang menjadi bahasa pengantar di sana. Kemampuan akademik yang mumpuni juga sangat penting apalagi jika ingin melanjutkan sekolah dengan program beasiswa. 

Step Up Learning Hub BSD
Terus berkembangnya minat ini, menyebabkan tumbuh suburnya lembaga pendidikan khusus untuk lanjutan sekolah ke luar negeri. Lembaga-lembaga ini memberikan pendidikan tambahan di luar sekolah formal agar siswa dapat memenuhi persyaratan akademik maupun bahasa pengantarnya. Salah satu pilihan lembaga pendidikan yang menunjang proses tersebut adalah Step Up Learning Hub, yaitu bagian dari Sampoerna School System.

STEP UP LEARNING HUB

Step Up Learning Hub (SULH) mulai beroperasi tanggal 28 April 2018 di daerah Serpong, Tangerang Selatan (BSD)  Pemilihan lokasi pertama di BSD tidak lepas dari banyaknya sekolah di daerah ini yang juga berlabel sekolah internasional. SULH mengedepankan sistem pendidikan terpadu dengan program yang sistematis untuk meningkatkan kemampuan belajar, nilai dan memasuki sekolah pilihannya di luar negeri.
Lobby dan Ruang Bersama
Presiden Direktur SULH, Meliana Sutikno menjelaskan bahwa SULH adalah sebuah bimbingan belajar / kursus yang para coachnya terakreditasi untuk Cambridge Assessment International Education dan atau sertifikasi International Baccalaureate. Metode belajarnya pun sangat terbuka dengan pilihan kursus kelompok, semi privat dan privat. Selain belajar mata pelajaran formal, saat liburan terdapat program-program menarik yang dapat di ikuti oleh para siswanya. Beliau juga menjelaskan banyak anak didik merasa betah belajar di SULH karena teknik pendekatan yang sesuai dan tempat belajar yang sangat "jaman now". 

Pada kesempatan berbincang dengan para blogger dari komunitas Blogger Cihuy tanggal 16 Juli 2018 lalu, Deny Setiadi, coach Matematika dan Kimia SULH juga menjelaskan bimbingan di berikan step by step. Metode Stimulate, Trial and Error, Elaborate dan Possess menyebabkan siswa belajar mandiri dan lebih mengerti. 

Saat ini SULH sudah bekerjasama dengan The Pricetown Review, sebuah perusahaan jasa penerimaan perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat. The Pricetown Review sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun membantu para siswa dan profesional masuk ke sekolah impian dengan kelas persiapan yang berstandard tinggi. Dengan kerjasama ini, Step Up Learning Hub (SULH) mengadopsi kurikulum The Pricetown Review untuk persiapan SAT dan TOEFL. 
Buku SAT
Dengan sistem dan tempat seperti SULH ini, kira-kira berapa ya biaya yang harus di rogoh para orangtua ? Jangan kuatir bapak / ibu, biayanya sangat terjangkau apalagi karena masih baru, jadi masih ada DISKON nyahhhhh... Nah, menarik kan ? Semenarik gambar-gambar di bawah ini pastinya.
Ruang bersama
Ruang kelas kelompok
Ruang Privat
Loker Siswa
Outdoor
Dengan ruangan bersama seperti terlihat itu, terlihat konsepnya seperti co-working space yang menjamur di Jakarta ya ? Mungkin tempat kursus ini bisa di sebut juga co-learning space :) Yang jelas tempatnya "homey alias mbetahke" sehingga anak-anak lebih senang dan fokus belajar disini. Apalagi ada meja makan, pantry lengkap dengan microwave, dispenser dan kulkas yang tersedia di ruang bersama. Makin gak mau pulang kali yaaaa...

Dapatkan informasi lebih lanjut di www.step-up.co.id 

Comments

  1. Step Up ini membuat saya jatuh hati, ingin rasanya anak bs Lea disana, tapi sayang lokasi rmh dgn Step Up sangat jauh

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ke Bali tanpa kemana-mana - sebuah cerita kehidupan

Wah asyik ya ke Bali... Kemana saja, ke pantai apa, ke pura apa, lihat penyu gak, surfing, zoo ? Makan  di nasi ibu "X" gak, bebek "Y" gak, sate "Z" gak ? Beliin gw oleh-oleh dunk, pie susu merek "A", pia "B", lapis legit "C", kain2 Bali, dll yaaa... Jawaban yang paling keren yang saya katakan adalah GW GAK KEMANA MANA..... Trus, pada sewot dunkkkkk, lhaaa loe ngapain ke Bali ?  ------------------------------------------

Iya saya ke Bali 5 hari 4 malam tapi hampir tidak ke daerah tujuan wisata sama sekali, sampai akhirnya sore sebelum kami pulang sempat lihat sunset di Kuta. udah cuma itu doank. Saya juga tidak makan ke resto terkenal atau tempat makan yang keren kekinian atau yang biasa di sambangi saat ke Bali. Saya cuma pindah tempat tidur doank..... Iyaaaa bener, saya cuma tinggal di hotel, ngobrol, tertawa sampai sakit perut, bertengkar dan berbaikan lalu tertawa lagi begitu terus sampai pulang. Kami juga sempat mampir ke …

Menghargai yang terlambat ? No way

Dua bulan ini saya menghadiri banyak acara bagus-bagus yang di selenggarakan oleh beberapa perusahaan besar. Senang rasanya karena banyak yang saya pelajari dalam berbagai acara tersebut. Dari berbagai acara yang saya hadiri, ada yang di kelola dengan baik tetapi secara rata-rata saya kecewa dalam satu point penting, yaitu mengenai jadwal di mulainya acara.
Saya memang orang yang memiliki kejelekan "terlalu tepat waktu" sehingga saya selalu merasa terganggu dengan waktu yang tidak jelas dan tidak sesuai jadwalnya. Buat saya awal yang baik adalah kunci kesuksesan dan untuk sebuah acara, dan awal yang baik adalah mulainya acara tepat waktu. Tentunya selain keramahan panitia, menariknya acara itu sendiri, terpenuhinya kepentingan saya di acara tersebut, dll.
Mengamati beberapa acara dalam dua bulan ini dan mengingat banyaknya acara yang saya hadiri di sepanjang kehidupan saya, jujur saya merasa ada yang salah dengan urusan waktu ini. Untuk kesekian kali, saya merasa ada yang tida…

Memilih kaca film untuk mobil

Kali ini saya ingin berbagi mengenai seluk beluk kaca film mobil. Buat saya pribadi, kaca film di butuhkan karena sebagai pengendara perempuan, risih rasanya jika terlihat langsung dari luar mobil saat berkendara dan juga agak serem jika terlihat sedang berkendara sendirian melewati jalanan sepi di malam hari. Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan tidak memandang jenis kelamin siy, tetapi tetap saja kalau perempuan kayanya lebih dipilih sebagai sasaran empuk, yaaa...
Ternyata banyak juga kegunaan lain dari kaca mobil selain hal tersebut di atas. Saya mendapatkan informasi ini dari acara yang di selenggarakan oleh Mobil 123 sebagai portal otomotif nomor 1 dan V Kool Indonesia bekerjasama dengan Indonesian Social Blogprerneur (ISB) pada hari Rabu, 26 Juli 2017 kemarin di V Kool Flagship, jalan Trembesi, Jakarta Utara. Jadi apa saja ya kegunaannya ?  Menahan sinar matahari masuk langsung ke dalam mobil Tanpa menggunakan kaca film, suhu dalam mobil saat parkir menjadi lebih panas 70% di ban…