Skip to main content

Stellar Women Enterpreneurship Academy : Memulai Bisnis Itu Mudah

Saya memulai bisnis kecil sejak akhir tahun lalu. Hmmm.. gimana awalnya, mudah tidak? Memulai usaha buat saya mudah siy, cuma karena mikir pengen punya penghasilan tambahan aja.

Memulai-Bisnis-Itu-Mudah
Memulai Bisnis - Gambar oleh Gerd Altmann Pixabay

Punya rencana berhenti bekerja awal tahun ini, saya merasa butuh kegiatan untuk mengisi waktu dan tetap memiliki penghasilan. Jadi sejak akhir tahun lalu saya mencoba berjualan sebuah produk dan kemudian menjadi beberapa produk.

Lhooo jadi memulai bisnis itu mudah ya? Memang mudah, awalnya hanya sebuah tekad yang kuat saja. Lalu? Yang susah itu menjalankan dan mengembangkannya, hahaha... 

Pernah melihat banyak warung makan baru, buka dimana-mana? Lalu gak berapa lama tutup, berganti nama dan pemilik. Berapa banyak orang memulai bisnis, menjual berbagai barang dan kemudian berhenti berjualan.

Trus apakah usaha saya mulus? Tentu tidak semudah itu, Ferguso! Tidak mudah karena selama 30 tahun lebih saya hanyalah seorang karyawan yang berpindah kerja 10x sepanjang karir saya.

Berjualan sebagai suatu bisnis dibandingkan dengan menjadi karyawan itu, bedanya jauhhhhhh banget. Saya harus memulai semuanya dari nol, belajar bertahan dan berusaha meningkatkan usaha yang dirintis.

Saya merasa perlu belajar banyak dan merasa penting untuk mendapatkan tambahan ilmu dari orang-orang yang kompeten dibidang usaha yang saya sedang rintis.

Sadar bahwa memang tidak mudah melakukan suatu usaha, saya tertarik sekali saat mendengar ada sebuah business academy. Wah, ini penting banget menurut saya. 

Diinformasikan bahwa business academy ini mengajarkan hal-hal seperti :

1.       Product Development
2.
       Sales
3.
       Branding
4.
       Marketing
5.
       Leadership
6.
       Self-confidence

Lah ini siy semua yang saya butuhkan. Semua diajarkan melalui kelas online dan akan menyajikan beragam contoh kasus yang mencakup masalah, solusi, impact dan takeaways. Josss banget yaaa..

Stellar Women Enterpreneurship Academy

Programnya adalah Stellar Women Enterpreneurship Academy yang digelar oleh Danone Indonesia. Program ini menggandeng Stellar Women dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE).

Stellar-Academy
Stellar Women Enterpreneur Academy

Program akan di mulai akhir Maret 2021 seiring peringatan Hari Perempuan Sedunia yang biasa di peringati setiap tanggal 8 Maret. Program ini di rancang untuk 50 orang perempuan Indonesia pelaku UMKM terpilih.

Dengan program ini, diharapkan perempuan mendapatkan kemampuan kepemimpinan yang mumpuni dan memberikan perubahan pada lingkungan sosialnya.

Mengapa Perempuan?

Program ini memang dikhususkan untuk memberikan pendidikan bisnis sebagai upaya Pemberdayaan Perempuan. Selain karena untuk memperingati Hari Perempuan, perempuan ditengarai berperan sangat penting bagi pemulihan perekonomian yang saat ini terpuruk akibat pandemi Covid-19 dalam bidang usaha.

Saat ini keberanian perempuan untuk memulai dan membangun bisnis kian meningkat. Diperkirakan 22 juta dari total 85 juta perempuan Indonesia sudah memiliki usaha. Oleh karena itu, para perempuan ini perlu dibekali berbagai pendidikan agar bisa membuat mereka memiliki Bisnis Berkelanjutan.

Kegiatan Academy

Kegiatan yang akan diberikan berupa kelas online selama 4 minggu, online forum dan mentoring session. Hal ini agar membangun networking para perempuan dalam bidang wirausaha yang memiliki visi dan misi yang sama.

Setiap kelas akan dihadiri juga oleh Guest Teacher yang berbagi pengalaman dan keahlian sesuai bidang masing-masing. Ada Najwa Shihab dari NarasiTV, Dr. Mesti Ariotedjo dari Wecare.id, Amanda Cole dari SayurBox, Sri Widowati dari Danone Indonesia dan masih banyak lainnya.

Yang paling menarik buat saya adalah program ini akan memilih 5 ide bisnis terbaik dan 1 peserta terbaik untuk diberikan dukungan pendanaan dalam mengelola usahanya sekaligus mentoring session. Wowwwww dunk!

Harapan saya, kegiatan ini terus dapat berkelanjutan dan makin banyak perempuan Indonesia memiliki bisnis. Ciayoooo...

Comments

Popular posts from this blog

Menghargai yang terlambat ? No way

Dua bulan ini saya menghadiri banyak acara bagus-bagus yang di selenggarakan oleh beberapa perusahaan besar. Senang rasanya karena banyak yang saya pelajari dalam berbagai acara tersebut. Dari berbagai acara yang saya hadiri, ada yang di kelola dengan baik tetapi secara rata-rata saya kecewa dalam satu point penting, yaitu mengenai jadwal di mulainya acara. Saya memang orang yang memiliki kejelekan "terlalu tepat waktu" sehingga saya selalu merasa terganggu dengan waktu yang tidak jelas dan tidak sesuai jadwalnya. Buat saya awal yang baik adalah kunci kesuksesan dan untuk sebuah acara, dan awal yang baik adalah mulainya acara tepat waktu. Tentunya selain keramahan panitia, menariknya acara itu sendiri, terpenuhinya kepentingan saya di acara tersebut, dll. dokumen pribadi Mengamati beberapa acara dalam dua bulan ini dan mengingat banyaknya acara yang saya hadiri di sepanjang kehidupan saya, jujur saya merasa ada yang salah dengan urusan waktu ini.  Untuk kesekian

Memilih kaca film untuk mobil

Kali ini saya ingin berbagi mengenai seluk beluk kaca film mobil. Buat saya pribadi, kaca film di butuhkan karena sebagai pengendara perempuan, risih rasanya jika terlihat langsung dari luar mobil saat berkendara dan juga agak serem jika terlihat sedang berkendara sendirian melewati jalanan sepi di malam hari. Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan tidak memandang jenis kelamin siy, tetapi tetap saja kalau perempuan kayanya lebih dipilih sebagai sasaran empuk, yaaa...   Ternyata banyak juga kegunaan lain dari kaca mobil selain hal tersebut di atas. Saya mendapatkan informasi ini dari acara yang di selenggarakan oleh Mobil 123 sebagai  portal otomotif nomor 1  dan  V Kool Indonesia  bekerjasama dengan Indonesian Social Blogprerneur (ISB) pada hari Rabu, 26 Juli 2017 kemarin di V Kool Flagship, jalan Trembesi, Jakarta Utara. Jadi apa saja ya kegunaannya ?  Menahan sinar matahari masuk langsung ke dalam mobil Tanpa menggunakan kaca film, suhu dalam mobil saat parkir menjadi leb

Tingkatkan Kemampuan Anak Dengan Belajar Di Luar Kelas

Belajar untuk orang-orang jaman old itu duduk manis, tangan dilipat sambil melototin buku di depan mata, gitu deh.... Padahal sebagai orang yang pernah menjadi anak-anak, semestinya kita menydaari bahwa model belajar diluar kelas justru lebih melekat hasilnya. Tidak hanya terbatas untuk anak-anak; sebagai orang dewasa, kita juga lebih rileks berada di luar ruangan di bandingkan harus terkungkung dalam cubical ruang kantor toh? Anak saya adalah salah satu pecinta kegiatan belajar di luar kelas. Itu sebabnya saat dia masih SD, guru-gurunya sangat kerepotan dengan polahnya di kelas. Anak saya tidak bisa duduk manis di kelas dan diam. Pola belajar di sekolahnya saat itu sebagian besar di dalam kelas sehingga mengakibatkan dia agak tersiksa. Setiap saat dia berkeliling kelas, melihat-lihat tugas teman-temannya dan terkesan mengganggu ketertiban.  Banyak teman-temannya yang menganggap anak saya "berbeda dan aneh" sehingga terjadi "bulliying" terhadapnya. Saat dit