Skip to main content

Menggunakan Fintech Untuk Biaya Pendidikan

Akhir bulan lalu, saya menghadiri sebuah acara yang membahas mengenai fintech (Finacial Technology). Saya tertarik untuk hadir dalam acara ini sebenarnya gara-gara pengalaman menerima telpon oleh sebuah perusahaan fintech. Perusahaan ini bermaksud menagih hutang pada salah satu debiturnya, yang mengaku teman saya. Dan ternyata saya sama sekali tidak memiliki teman dengan nama yang sama dengan orang yang dimaksud. Sebel gak siy?
ayo sekolah - https://www.pexels.com/photo/accomplishment-ceremony-education-graduation-267885/

APA SIY FINTECH?

Dalam acara tersebut saya diberikan informasi yang jelas mengenai mahluk apa sebenarnya fintech ini. Fintech hanyalah sebuah platform yang mempertemukan pihak kreditur yang memiliki dana dengan pihak debitur yang membutuhkan pinjaman dana. Jadi pencairan dana pinjaman berdasar kesepakatan duabelah pihak yang "dicomblangi" oleh perusahaan fintech. 

Fintech ibarat "biro jodoh plus plus" dimana prosesnya tidak langsung memberikan pinjaman. Perusahaan harus melakukan verifikasi atas data calon peminjam berdasar identitas diri dan kemampuan bayarnya sekaligus melakukan jasa penagihan.

Bagaimana perusahaan dapat memperoleh data identitas dan kemapuan bayar si peminjam? Dengan melakukan digital survey dan sistem scoring atas data-data digital si peminjam. Data dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti kebiasaan peminjam melakukan top up pulsa handphone. Atau bisa juga dari jejak digital lainnya yang terdapat dalam handphone si peminjam.

Data ini akan dipilah dan dinilai sesuai scoringnya. Misalnya : apakah pulsanya tergolong parbayar atau pasca bayar, berapa besar setiap top up pulsa, seberapa sering (mingguan/bulanan). Dari pengalaman perusahaan fintech, didapat data bahwa :

  1. Jika dalam kontak handphone terdapat nama-nama yang pernah gagal bayar dalam fintech, biasanya si peminjam juga memiliki kecenderungan gagal bayar
  2. Jika emergency contact yang diberikan oleh peminjam tidak terdapat dalam handphone, dapat dipastikan pinjaman tersebut adalah Fraud.
  3. Terdapat daerah-daerah yang "blacklist" dimana kebanyakan peminjam di daerah itu gagal bayar  
bloggerxfintechday - dokumen pribadi
Fintech ini memberikan pinjaman kepada kalangan yang selama ini tidak terjangkau oleh bank atau multifinance. Memiliki tiga kategori produk (kredit produktif, syariah dan multiguna), pertumbuhan fintech sangat pesat dan mencapai 440% hanya dalam waktu 9 bulan sepanjang tahun 2018. Memiliki 2.6 juta orang debitur total dana tersalurkan saat ini sudah mencapai 11.8 trilyun.

Tantangan bisnis fintech saat ini adalah :
  1. Perusahaan fintech tidak mendapatkan akses pada data Dukcapil sehingga peminjam bisa saja menggunakan identitas palsu
  2. Peminjam dapat meminjam dari beberapa perusahaan sekaligus di satu waktu karena perusahaan- perusahaan ini tidak terkait secara digital. 
  3. Pemijam salah memilih perusahaan fintech yang tidak legal sehingga tidak memiliki perlindungan konsumen. Untuk meminimalisir resiko, sebaiknya peminjam melihat website OJK (Otoritas Jasa Keungan) yang memuat daftar 73 perusahaan fintech yang legal.
"Nah, kembali kecerita pengalaman saya diatas, 
kayanya orang yang meminjam 
pada perusahaan fintech tersebut 
memiliki nomor handphone saya 
(entah darimana itu yaaa). 
Jadi kenalah saya ditelpon juga 
urusan tagih menagih hutang ini"

Dengan jumlah 73 perusahaan fintech yang ada ternyata ada beberapa yang memiliki sasaran spesifik untuk pembiayaan. Ada yang khusus membiayai permodalan UMKM, modal/pembiayaan proyek, nelayan, petani rumput laut, uang muka rumah tinggal dan bahkan pendidikan.

PINDUIT
Salah satu fintech yang memiliki bidang khusus adalah Pinduit dimana sasaran fintech ini terkait dunia pendidikan. Jadi Pinduit ini memberikan pinjaman kepada orang-orang yang membutuhkan biaya pendidikan. Peminjam yang ingin melanjutkan pendidikan di institusi pendidikan yang menjadi partner, dapat memanfaatkan dana pinjaman dari Pinduit. Terlampir data partner yang tersedia.
partner Pinduit - website pinduit
Untuk proses peminjaman pada Pinduit, dapat dilakukan secara mudah dan cepat. Bila semua data lengkap, verifikasi dapat diberikan dalam 1 hari kerja dan dana akan di transfer langsung ke institusi terkait. Dengan dana dari Pinduit yang ditransfer ke institusi pendidikan, peminjam dapat melanjutkan pendidikan dengan tenang dan nyaman. Peminjam tinggal mencicil biaya pendidikan yang dipinjam kepada Pinduit. Data yang dibutuhkan adalah : KTP, Rekening bank, slip gaji untuk karyawan, surat keterangan aktif sekolah dari institusi dan kartu tanda siswa.
cara kerja Pinduit - website Pinduit
Ayoooooo sekolah.....

Comments

Popular posts from this blog

Menghargai yang terlambat ? No way

Dua bulan ini saya menghadiri banyak acara bagus-bagus yang di selenggarakan oleh beberapa perusahaan besar. Senang rasanya karena banyak yang saya pelajari dalam berbagai acara tersebut. Dari berbagai acara yang saya hadiri, ada yang di kelola dengan baik tetapi secara rata-rata saya kecewa dalam satu point penting, yaitu mengenai jadwal di mulainya acara.
Saya memang orang yang memiliki kejelekan "terlalu tepat waktu" sehingga saya selalu merasa terganggu dengan waktu yang tidak jelas dan tidak sesuai jadwalnya. Buat saya awal yang baik adalah kunci kesuksesan dan untuk sebuah acara, dan awal yang baik adalah mulainya acara tepat waktu. Tentunya selain keramahan panitia, menariknya acara itu sendiri, terpenuhinya kepentingan saya di acara tersebut, dll.
Mengamati beberapa acara dalam dua bulan ini dan mengingat banyaknya acara yang saya hadiri di sepanjang kehidupan saya, jujur saya merasa ada yang salah dengan urusan waktu ini. Untuk kesekian kali, saya merasa ada yang tida…

Ke Bali tanpa kemana-mana - sebuah cerita kehidupan

Wah asyik ya ke Bali... Kemana saja, ke pantai apa, ke pura apa, lihat penyu gak, surfing, zoo ? Makan  di nasi ibu "X" gak, bebek "Y" gak, sate "Z" gak ? Beliin gw oleh-oleh dunk, pie susu merek "A", pia "B", lapis legit "C", kain2 Bali, dll yaaa... Jawaban yang paling keren yang saya katakan adalah GW GAK KEMANA MANA..... Trus, pada sewot dunkkkkk, lhaaa loe ngapain ke Bali ?  ------------------------------------------

Iya saya ke Bali 5 hari 4 malam tapi hampir tidak ke daerah tujuan wisata sama sekali, sampai akhirnya sore sebelum kami pulang sempat lihat sunset di Kuta. udah cuma itu doank. Saya juga tidak makan ke resto terkenal atau tempat makan yang keren kekinian atau yang biasa di sambangi saat ke Bali. Saya cuma pindah tempat tidur doank..... Iyaaaa bener, saya cuma tinggal di hotel, ngobrol, tertawa sampai sakit perut, bertengkar dan berbaikan lalu tertawa lagi begitu terus sampai pulang. Kami juga sempat mampir ke …

Memilih kaca film untuk mobil

Kali ini saya ingin berbagi mengenai seluk beluk kaca film mobil. Buat saya pribadi, kaca film di butuhkan karena sebagai pengendara perempuan, risih rasanya jika terlihat langsung dari luar mobil saat berkendara dan juga agak serem jika terlihat sedang berkendara sendirian melewati jalanan sepi di malam hari. Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan tidak memandang jenis kelamin siy, tetapi tetap saja kalau perempuan kayanya lebih dipilih sebagai sasaran empuk, yaaa...
Ternyata banyak juga kegunaan lain dari kaca mobil selain hal tersebut di atas. Saya mendapatkan informasi ini dari acara yang di selenggarakan oleh Mobil 123 sebagai portal otomotif nomor 1 dan V Kool Indonesia bekerjasama dengan Indonesian Social Blogprerneur (ISB) pada hari Rabu, 26 Juli 2017 kemarin di V Kool Flagship, jalan Trembesi, Jakarta Utara. Jadi apa saja ya kegunaannya ?  Menahan sinar matahari masuk langsung ke dalam mobil Tanpa menggunakan kaca film, suhu dalam mobil saat parkir menjadi lebih panas 70% di ban…