Skip to main content

Beli Snack Untuk Menjaga Hutan

Sering beli snack untuk cemilan sehari-hari? Pastilah ya... Snack sering dituding sebagai aktor di balik "badan menggendats" niy ama ciwi ciwi :) Padahal siy tinggal nambahin aja olahraga ya supaya seimbang. Lagian, cari dunk cemilan sehat yang gak bikin badan melar karena dibuat dari bahan-bahan yang baik dan ada tambahan amalnya. Hah, emang ada?

Beli Snack Sambil Donasi

Minggu lalu saya menghadiri acara launching produk snack Overdozzz With Love yang terdiri dari Bio Coconut Chips dan Brainfood Granola di Food Hall Plaza Indonesia. Cemilan ini adalah premium snack yang di produksi oleh ibu-ibu pedesaan, dengan bimbingan Love & O2, milik oleh Delia von Rueti.
Coconuts Chips
Granola Brainfood 
Delia adalah seorang philanthropist Indonesia yang tumbuh besar di Pematang Siantar dan menyelesaikan kuliahnya di Amerika. Delia menikah dengan Patrick von Rueti, banker asal Swiss dan memiliki 3 putri cantik, Sarah, Kayla dan Karina. Menurut NewScientist, philanthropist, adalah orang-orang yang menghasilkan kekayaan dengan menggunakan kepintarannya, dan menyalurkan kekayaannya  dengan menggunakan hatinya (make money with their heads and give it away with their hearts)
Delia, perancang perhiasan dan philanthropist
Overdozzz With Love memberikan donasi sebesar 15% dari seluruh hasil penjualan untuk melindungi hutan hujan tropis yang telah disumbangkan Delia untuk negara seluas 2.500 hektar di daerah Kalimantan. Letaknya kurang lebih tujuh kilometer dari Bandar Udara Beringin, Muara Teweh, Kalimantan Tengah.

Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, Kayla mengikuti jejak ibunya, dengan pembuatan snack ini. Dia ingin mengembangkan produk yang membantu ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya di Bali. Akhirnya tercetuslah pembuatan snack Coconut Chips dan kemudian juga membuat Granola Brainfood. Nantinya pembuatan produk ini juga akan diajarkan pada ibu-ibu didaerah Jogja dan banyak daerah lainnya.
Kayla dan Delia
Harga Brainfood Granola dibandrol Rp .199.000,-/toples kaca sedangkan Bio Coconut  Chips Rp. 39.999,-/pack. Mahal? Sehat pasti mahal deh, apalagi kalau sakit, LEBIH MAHAL. Menurut saya siy harga segitu sangat wajar dengan alasan selain mendapatkan snack premium, kita juga sekaligus berdonasi. 

Jika membeli Granola maka kita membantu Rp. 29.850,- perbotol dan untuk Chips Rp. 6.000,-. Nah, bisa mengurangi rasa bersalah akibat ngemil kan, kalau begini? 

Untuk lebih mengetahui tentang Delia, Love & O2 silakan menuju : Love & O2


Comments

Popular posts from this blog

Menghargai yang terlambat ? No way

Dua bulan ini saya menghadiri banyak acara bagus-bagus yang di selenggarakan oleh beberapa perusahaan besar. Senang rasanya karena banyak yang saya pelajari dalam berbagai acara tersebut. Dari berbagai acara yang saya hadiri, ada yang di kelola dengan baik tetapi secara rata-rata saya kecewa dalam satu point penting, yaitu mengenai jadwal di mulainya acara.
Saya memang orang yang memiliki kejelekan "terlalu tepat waktu" sehingga saya selalu merasa terganggu dengan waktu yang tidak jelas dan tidak sesuai jadwalnya. Buat saya awal yang baik adalah kunci kesuksesan dan untuk sebuah acara, dan awal yang baik adalah mulainya acara tepat waktu. Tentunya selain keramahan panitia, menariknya acara itu sendiri, terpenuhinya kepentingan saya di acara tersebut, dll.
Mengamati beberapa acara dalam dua bulan ini dan mengingat banyaknya acara yang saya hadiri di sepanjang kehidupan saya, jujur saya merasa ada yang salah dengan urusan waktu ini. Untuk kesekian kali, saya merasa ada yang tida…

Ke Bali tanpa kemana-mana - sebuah cerita kehidupan

Wah asyik ya ke Bali... Kemana saja, ke pantai apa, ke pura apa, lihat penyu gak, surfing, zoo ? Makan  di nasi ibu "X" gak, bebek "Y" gak, sate "Z" gak ? Beliin gw oleh-oleh dunk, pie susu merek "A", pia "B", lapis legit "C", kain2 Bali, dll yaaa... Jawaban yang paling keren yang saya katakan adalah GW GAK KEMANA MANA..... Trus, pada sewot dunkkkkk, lhaaa loe ngapain ke Bali ?  ------------------------------------------

Iya saya ke Bali 5 hari 4 malam tapi hampir tidak ke daerah tujuan wisata sama sekali, sampai akhirnya sore sebelum kami pulang sempat lihat sunset di Kuta. udah cuma itu doank. Saya juga tidak makan ke resto terkenal atau tempat makan yang keren kekinian atau yang biasa di sambangi saat ke Bali. Saya cuma pindah tempat tidur doank..... Iyaaaa bener, saya cuma tinggal di hotel, ngobrol, tertawa sampai sakit perut, bertengkar dan berbaikan lalu tertawa lagi begitu terus sampai pulang. Kami juga sempat mampir ke …

Memilih kaca film untuk mobil

Kali ini saya ingin berbagi mengenai seluk beluk kaca film mobil. Buat saya pribadi, kaca film di butuhkan karena sebagai pengendara perempuan, risih rasanya jika terlihat langsung dari luar mobil saat berkendara dan juga agak serem jika terlihat sedang berkendara sendirian melewati jalanan sepi di malam hari. Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan tidak memandang jenis kelamin siy, tetapi tetap saja kalau perempuan kayanya lebih dipilih sebagai sasaran empuk, yaaa...
Ternyata banyak juga kegunaan lain dari kaca mobil selain hal tersebut di atas. Saya mendapatkan informasi ini dari acara yang di selenggarakan oleh Mobil 123 sebagai portal otomotif nomor 1 dan V Kool Indonesia bekerjasama dengan Indonesian Social Blogprerneur (ISB) pada hari Rabu, 26 Juli 2017 kemarin di V Kool Flagship, jalan Trembesi, Jakarta Utara. Jadi apa saja ya kegunaannya ?  Menahan sinar matahari masuk langsung ke dalam mobil Tanpa menggunakan kaca film, suhu dalam mobil saat parkir menjadi lebih panas 70% di ban…